Kopi dan senyum itu memang sepasang. Tak diragukan lagi, kopi akan tak terasa manis tanpa senyum yang menyajikan.
Sama seperti sore ini. Entah apa yang menyelimuti hatimu, kopi yang tersaji di atas meja. Di antara laptop dan asbak rokok masih terasa pahit meskipun sudah aku minta kau tambahkan gula.
Tapi tak apalah, aku masih punya stok kenangan senyum kala hari-hari lalu kau sajikan itu. Kadang bersama kopi, kadang tidak. Tetap saja ada rasa manis.

Komentar
Posting Komentar